Wednesday, May 22, 2013
   
Text Size

Advokat Yang Berani Lawan Arus

Deddy MadongProfesinya berhubungan erat dengan keadilan. Salah langkah sedikit saja dalam mengambil keputusan bisa berakibat fatal, atau bahkan mengancam nyawa. Namun, Deddy Madong justru merasa terpanggil sebagai advokat. Dengan begitu ia bisa menjadi saluran berkat bagi sesama terlebih lagi memuliakan Tuhan.

Buramnya dunia hukum di Indonesia rupanya tak menciutkan nyali Deddy untuk berkarya lewat profesi yang digeluti. Menilik lebih jauh kisah perjalanan hidupnya, bapak dua anak ini tak pernah bercita-cita sebagai advokat melainkan tentara atau insinyur. Seiring berjalannya waktu, selain memiliki hobi berdebat, kritis dalam menganalisa sesuatu, belum lagi terinspirasi film-film berbau hukum akhirnya saat kuliah Deddy menjatuhkan pilihan mengambil jurusan Hukum International di Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Jakarta.

Lulus dengan nilai terbaik membuat pria kelahiran Ujung Pandang, 18 September 1970 ini kian bersemangat menjajal profesi itu. Bayangan akan dunia hukum di Indonesia yang bersih tanpa ‘noda’ ternyata salah. “Memang waktu masih baru,pas pulang kantor kerjanya nangis karena melihat kenyataan dunia hukum sesungguhnya berat sekali. Masyarakat banyak masalah. Mereka berhadapan dengan pengadilan yang dipenuhi mafia. Kebetulan saya sudah di law firm dulu di Yayasan Amal Pelayanan Hukum yang dirintis dengan Pak Sudharmono, Bustaniel Arifin, Ismail Saleh, Ali Said dan lain-lain”, kenang Deddy.

 

Iran Bebaskan Seorang Pendeta Protestan dari Penjara

Pembebasan Pendeta di Iran
Tekanan internasional dan kampanye pembebasan bagi isu kebebasan beragama di dunia nampaknya membuat Iran sedikit mengendurkan represinya terhadap kaum minoritas disana. Dilaporkan bahwa pada 17 Juli kemarin, seorang pendeta berikut dengan sepuluh orang jemaat Kristen lainnya dibebaskan dari penjara.

Dirilis Asianews, pendeta tersebut bernama Noorollah Qabitizade. Pemimpin umat Protestan berusia 48 tahun ini bersama dengan puluhan jemaat lainnya ditangkap pada 2012 lalu saat operasi besar-besaran pada perayaan Natal di Dezful, karena dianggap melakukan kegiatan ilegal dan melakukan Kristenisasi.

Sepuluh orang jemaat tersebut yang diketahui bertobat dan pindah keyakinan untuk menjadi pengikut Kristus, langsung dijebloskan kedalam penjara. Pendeta Noorollah sendiri ditangkap dan atas perintah pengadilan provinsi Khuzestan ikut dimasukan kedalam sel. Selama 19 bulan dalam tahanan, Pendeta Noorollah mengalami siksaan dari sipir penjara untuk memaksanya meninggalkan agama Kristen.
 

Minoritas Kristen Alami Penganiayaan Besar-Besaran

Minoritas Kristen
Di negara-negara Islam tengah berlangsung genosida atau pembunuhan besar-besaran secara berencana terhadap umat Kristen. Demikianlah menurut Ayaan Hirsi Ali, politikus dan publisis Belanda berdarah Somalia sewaktu diwawancara majalah Newsweek.

Sejak Revolusi Musim Semi Arab, pemerintah dan media Barat terlalu memandang umat Muslim sebagai korban atau pahlawan. Pada waktu bersamaan mereka lupa ribuan orang Kristen di negara-negara Arab dibunuh atau ditindas karena agama yang dianutnya. Islamofobia atau ketakutan terhadap Islam, tidak sebanding dengan apa yang disebut Hirsi Ali “Kristofobia”, yaitu penindasan minoritas Kristen di negara-negara Islam.
 

Pengkhotbah Cilik Beraksi Di Youtube

Pendeta Cilik
Baru-baru ini dunia internet khusunya penyuka layanan video youtube.com kembali dikejutkan oleh aksi seorang pengkhotbah cilik berusia empat tahun.  Bahkan aksi khotbah Kanon Tipton yang diunggah di youtube itu kini telah ditonton oleh jutaan dari seluruh penjuru dunia.

Aksi tersebut dilakukan Tipton sejak ia berusia 21 bulan.  Dengan kata-kata yang tak terlalu jelas Tipton menirukan gaya berkhotbah  orang tuanya yang kebetulan adalah hamba Tuhan di gereja Grenada, Mississippi. 
 

PGI:Pembakaran Gereja Riau Terkait Pilkada

Logo PGIPembakaran gereja di Riau diduga terkait kisruh pilkada. Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menduga pembakaran tiga gereja di Riau adalah buntut dari konflik pilkada yang digelar April lalu, seperti diberitakan KBR68h. Bukan sekadar dugaan, menurut Jeirry Sumampow, Sekretaris Eksekutif Bidang Diakonia PGI, dugaan ini didasarkan pada informasi yang dihimpun dari kalangan gereja di wilayah itu.

Disinyalir dukungan hampir semua jemaat gereja terhadap salah satu calon pasangan bupati yang kini terpilih menjadi salah satu pemicunya, kata Jeirry. PGI menyesalkan gereja telah menjadi korban pertarungan politik.

 

Page 1 of 7

Pilih Bahasa

Renungan Firman

Latest Comments

  • apakah depresi bisa ditangani secara medis? More...
  • @Andi Tubagus : Silahkan pak.. bisa dituliskan sum... More...
  • Pak jagalah terus hari bapak jgn sampai goyah........ More...
  • kesaksian bung andi menjadi berkat bagi semua oran... More...
  • saluuut..., kasih Tuhan mengalir dalam dirimu. Suk... More...

Shoutbox

Subscribe to sahabatyamari

Visitor Counter


View My Stats
kesaksian
Konseling & Doa
Persekutuan Doa
Google Sitemap Generator Powered by  MyPagerank.Net

Friends Online

Powered by EvNix